Cara Merencanakan dan Melakukan Sesi Foto Balita

Balita dipenuhi dengan emosi yang tidak stabil. Mereka bisa pemalu, murung, menantang, semrawut, tak terduga, dan membutuhkan suap. Jadi sesi foto balita bisa menjadi tantangan.

Tetapi ketika Anda membuat sesi foto hanya untuk balita, itu jauh lebih menantang dan sangat menyenangkan. Ini juga merupakan kesempatan sempurna untuk menjadi kreatif.

Inilah cara membiarkan anak batin Anda membuat sesi foto balita yang menyenangkan bagi Anda dan balita.

1. Ide besar

Langkah pertama adalah merencanakan sesi foto. Saya pikir gaya hidup atau sesi dokumenter bertema sangat cocok untuk balita.

Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana Anda menghasilkan ide atau tema untuk sesi ini?

Banyak fotografer memilih tema sendiri, seperti putri atau bajak laut. Manfaat memilih tema Anda sendiri adalah Anda dapat menggunakan visi kreatif Anda (merancang set, kostum, dll.) Dan membiarkan orang memilih untuk menjadi bagian dari itu atau tidak.

Tentu saja, satu kelemahannya adalah bahwa ini adalah pendekatan pemotong kue yang memberikan potret serupa kepada setiap anak.

Jika Anda ingin memilih sesuatu yang unik untuk anak, ingatlah bahwa setiap anak memiliki sesuatu yang mereka sukai. Pergi dengan itu sebagai tema untuk sesi ini.

Jika mereka menyukai dinosaurus, maka cari cara untuk menjadikan dinosaurus bagian dari sesi ini. Jika mereka suka bermain dengan rig besar dan penggali, maka buatlah bagian dari sesi itu. Apa pun yang mereka sukai, cobalah membuatnya lebih besar dari kehidupan untuk sesi ini.

Mulailah dengan pengalaman sehari-hari kecil dan bawa ke tingkat berikutnya (saya ingin mendengar beberapa ide Anda di komentar).

2. Sesi foto balita

Ketika tiba saatnya untuk mengakhiri sesi, mulailah dengan bersiap-siap. Ini tampak jelas, tetapi banyak fotografer yang tidak siap, dan dapat merusak sesi .

Jika Anda siap, maka Anda tidak perlu memikirkannya selama pemotretan. Semakin sedikit yang ada dalam pikiran Anda, semakin banyak ruang yang Anda miliki untuk menjadi kreatif.

Gigi

Kemasi perlengkapan yang tepat dan periksa dua kali bahwa Anda sudah mendapatkan semuanya.

  • Kamera cadangan
  • Baterai yang terisi daya
  • Lampu (jika perlu)
  • Alat peraga (disediakan oleh Anda atau keluarga)
  • Daftar hal-hal lain yang Anda butuhkan

Bagian yang dipersiapkan adalah terbiasa dengan kamera Anda dan mengetahui pengaturan apa yang digunakan . Saya menjaga hal-hal sesederhana mungkin dengan mode aperture dan kompensasi pencahayaan . Saya hanya menggunakan mode manual saat saya membutuhkannya.

Kekacauan

Secara umum, Anda harus merangkul kekacauan sebagai bagian dari sesi foto balita. Balita bergejolak secara emosional, dan sesi ini mungkin membutuhkan banyak belokan dan belokan. Ini adalah salah satu alasan saya menyukai sesi gaya hidup. Ini dengan mudah memungkinkan untuk jeda, istirahat, dan spontanitas.

Ikuti arus dan jangan mencoba memaksakan apa pun. Jika Anda merancang sesi untuk balita, maka itu harus menyenangkan. Mereka harus bahagia, dan itu harus menjadi lingkungan yang sempurna bagi mereka. Bahkan studio bisa menyenangkan.

Terus beri tahu orang tua, tetapi jangan merasa perlu menjelaskan sesuatu kepada anak. Anda bahkan tidak perlu memberi tahu balita itu sesi foto. Jika ini adalah sesi gaya hidup atau dokumenter, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri.

Kreativitas

Gunakan banyak elemen kreatif dengan fotografi Anda. Gunakan berbagai sudut , close-up, mendongeng, sudut lebar,  dan cahaya yang indah.

Waspadalah terhadap diri sendiri

Anda harus dapat menangani masalah yang muncul dan masih mendapatkan foto yang bagus.

Sebelum sesi foto balita, saya melakukan beberapa refleksi. Apa yang salah dengan sesi ini? Apakah ada yang salah di masa lalu? Apa yang terburuk yang bisa salah? Tetapi yang paling penting, bagaimana saya merespons? Saya membuat keputusan ini sebelumnya sehingga saya tidak perlu berpikir saat ini. Lakukan pemikiran saat segalanya tenang, dan Anda akan membuat keputusan yang lebih baik.

Pertimbangkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini sebelumnya:

  • Bagaimana jika toddle itu pemarah?
  • Misalkan orang tua sombong?
  • Bagaimana jika anak itu melempar lumpur ke kamera saya atau memutar firehose ke arah saya?
  • Bagaimana jika balita itu terluka?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *